Presiden Jokowi saat menerima tamu negara tidak menggunakan busana
istimewa. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, tidak seperti presiden
sebelumnya yang menggunakan setelan jas. Presiden yang dilantik pada 20 Oktober
2014 itu, jika tidak mengenakan baju putih lengan panjang, ia menggunakan
busana batik.
Apakah ini
kesederhanaan yang akan ditampilkan Jokowi dari Istana? Masih butuh waktu.
Namun, jika melihat gaya kepemimpinannya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta
dan Walikota Solo, busana baju putih dan batik akan menjadi ciri khas selama
memimpin Indonesia lima tahun kedepan.
Ada sebenarnya dengan batik sehingga begitu istimewa dimata
Jokowi? Batik, adalah hasil dari teknik perintang pewarnaan yang masuk dalam salah
satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukan, teknik membatik jenis ini
sudah dikenal semenjak abad ke-4 SM dengan ditemukannya kain pembungkus mumi.
Di Asia, teknik batik serupa diterapkan di Tiongkok pada masa Dinasti T’ang (618-907). Di Jepang pada masa periode Nara (645-794). Di Afrika teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba. Di Indonesia sendiri, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit dan populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX.
Kata ‘Batik’ berasal dari bahasa Jawa. Namun, G.P. Rouffaer
berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India
dan Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Dengan sejarah batik yang luar biasa, bisa jadi Jokowi ingin
tampil sebagai Presiden yang membawa jati diri Indonesia, bukan dengan pakaian
resmi model Eropa, jas.
Semoga cara Jokowi berbusana, bisa diikuti oleh pemimpin di
daerah yang masih ‘doyan’ bergaya erofa namun berpikiran kuno. Biarlah cara
Jokowi membahana di dunia, meskipun batik anggaplah disebut kuno, namun pikiran
Jokowi justru mendunia yang dibuktikan dengan respon dunia saat pelantikan dirinya sebagai presiden.
0 komentar:
Post a Comment