Setelah
dilantik sebagai presiden dan wakil presiden, Jokowi Dodo (Jokowi) dan Jusuf
Kalla (JK), disibukan dengan pembentukan calon menteri. Selama proses
penggodokan calon pembantunya itu, muncul beragam spekulasi dan persepsi
publik.
Agar
momentum pengumuman menteri yang akan dilakukan Jokowi-JK menjadi referensi, Politikindepth, mengumpulkan berbagai
momentum detik-detik pengumuman menteri dalam kabinet Jokowi-JK yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut
adalah kronologis detik-detik pengumuman calon menteri Kabinet Jokowi-JK.
Jumat, 17 Oktober 2014
Ketua
Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi, Hasto
Kristiyanto, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK).
Keduanya datang
untuk menyerahkan nama-nama menteri di Kabinet Indonesia Hebat (KIH). Keduanya tiba
di kantor KPKsekitar 13.30 WIB dan kembali sekitar pukul 14.20.
Menurut Hasto, kehadirannya di KPK karena diperintahkan Presiden terpilih Jokowi untuk menyerahkan sebundel dokumen kepada KPK. Dia juga membenarkan, dokumen itu berkaitan dengan nama-nama menteri yang akan membantu Jokowi-Jusuf Kalla (JK) menjalankan tugas pemerintahan.
Minggu, 19 Oktober 2014
Wakil
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, mengaku, kesulitan
menelusuri rekam jejak calon menteri dari pihak swasta. Pasalnya, selama ini
KPK hanya memiliki data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN),
bukan pihak swasta.
Namun KPK yakin bisa menelusuri rekam jejak karena sudah memiliki pengalaman. "Kalau kami agak sulit kalau ada nama dari swasta, tapi kami punya sistem dari open source deteksi semuanya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip detik.com, (19/10).
Masih
pada hari yang sama, Juru Bicara KPK,
Johan Budi, mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kembali nama-nama calon menteri kepada
Joko Widodo yang pada beberapa waktu dikirim melalui Deputi Tim Transisi
Jokowi-JK sebanyak 43 calon menteri.
Senin, 20 Oktober
2014
Salah
seorang pimpinan KPK, Zulkarnain, mengatakan, banyak calon menteri yang
bermasalah. Bahkan, ada calon menteri yang berpotensi menjadi tersangka
korupsi.
"Ini hanya sebagai pertimbangan dari sisi informasi. Tapi memang, kami memberikan warna merah untuk calon yang potential suspect tinggi," kata Zulkarnain yang dihubungi tempo.co (20/10).
Warna
merah, adalah warna yang diberikan terhadap kandidat menteri Jokowi yang
berisiko terjerat korupsi. KPK sendiri, sudah menurunkan petugas dari bidang
pencegahan dan penindakan.
Selasa, 21 Oktober
2014
Wakil
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon berharap,
agar Presiden Jokowi dalam menentukan menteri Kabinet Indonesia Hebat (KIH) tak
sekedar patuhi saran KPK, tetapi juga mempertimbangkan akseptabilitas.
"Yang tak kalah penting orang yang punya akseptabilitas. Jadi harapan itu saya kira yang sekarang sedang booming di masyarakat," ujar Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dikutip detik.com (21/10).
Sementara
itu, Koordinator Divisi Korupsi dan Politik ICW, Donal Fariz, kepada kompas, (21/10) mendesak, agar Presiden Jokowi menunda
pengumuman menteri. Apalagi, ada pasal 16 Undang-Undang Kementerian Negara No.39 Tahun 2008 menyatakan, presiden memiliki waktu
selama 14 hari untuk mengumumkan menteri sejak pelantikan.
Selasa, 21 Oktober
2014
Presiden
Jokowi Dodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kompak untuk mencoret
nama menteri yang bermasalah. Setelah, sebelumnya JK mengutarakan hal
tersebut, kini pernyataan yang sama disampaikan Jokowi.
Presiden Jokowi mengaku, telah mencoret calon menteri bermasalah. "Harus seperti itu. Gunanya apa, PPATK dan KPK kan?" kata Jokowi di Istana Merdeka, (21/10), saat ditanya wartawan soal calon menteri yang bermasalah hasil verifikasi dari PPATK dan KPK.
Rabu, 22 Oktober 2014
Wakil
Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Jokowi berbeda soal waktu penetapan
pengumuman menteri.
JK mengatakan, ada beberapa alasan menunda pengumuman menteri. Pertama, mencari orang yang punya kredibilitas, keahlian, kepemimpinan, dan pengalaman yang baik. Kedua, bagaimana menyeimbangkan teknokrat, profesional, parpol dan nonparpol.
JK
juga mengaku, kesulitan untuk mengharmonisasikan wilayah untuk mewujudkan
kabinet yang bersifat nusantara. “Agama harus seimbang, jenis kelamin antara
pria dan wanita juga harus seimbang,” katanya seperti dikutip CNNIndonesia.com,
(22/10).
Rabu, 22 Oktober 2014
Presiden
Joko Widodo membatalkan rencana pengumuman menteri yang salah satu tempatnya di
Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selain di Tanjung Priok, ada tempat lain yang
disebut Jokowi yaitu di Pluit dan Tanah Abang. Sayangnya, Jokowi belum menjelaskan
secara pasti jam berapa pengumumuman akan dilakukan.
Diantara tempat yang paling mungkin dijadikan tempat pengumuman menteri saat itu adalah Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Tanjung Priok. Menurut seorang sumber yang mengirimkan memo internal Direktur Pelindo II, R.J. Lino kepada Tempo, jelas diperintahkan kepada jajaran direksi untuk mendukung kegiatan pengumuman kabinet.
Bahkan,
sumber Tempo mengatakan, sejak dua
hari lalu sudah dipasang tenda-tenda serta penerangan di Dermaga 3. Selain itu,
disiapkan ratusan porsi makanan untuk tamu-tamu yang akan hadir. Total dana
yang dihabiskan sebesar Rp 500-700 juta.
Hal
ini juga di perkuat dalam penelusuran detik.com,
bagaimana tanda-tanda pengumuman calon menteri di Tanjung Priok itu
mendekati kebenaran.
Sekitar
pukul 12.00 WIB
Paspampres
muncul di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Paspampres dan
Polisi Militer keluar dari dalam Gedung ITC kantor Pelindo II. Sejumlah petugas
juga melakukan patroli di sekeliling dermaga.
Sekitar
pukul 15.00 WIB
Beredar SMS skenario pengumuman kabinet oleh Jokowi. SMS ini spekulasi Jokowi
benar-benar akan mengumumkan kabinetnya. Berikut isi SMS tersebut:
Rengiat R1 pada hari Rabu 22 okt 2014 Kunjungan RI 1 di pelabuhan tanjung priok dengan Rute Kunjungan Presiden RI Bpk Jokowi ke Kantor Pusat IPC pada pada pukul 17.30 WIB masuk melalui Pos 9 menuju kantor Pusat IPC diterima langsung oleh Dirut IPC dan merapat kelantai 7 ruang kerja Dirut IPC, Selesai> Presiden RI menuju Terminal Penumpang Nusantara- II menuju Ruang VVIP dan mengadakan Persentase Selesai> Rombongan Presiden RI bersama Mentri Terpilih Naik KM. Mabohai dari Dermaga 106 berlayar menuju Terminal operasi (TO-III) dan merapat di dermaga 303 Pos Bitung selanjutnya Presiden RI menuju mimbar utk melaksanakan pembentukan Kabinet Indonesia Hebat, selesai melaksanakan pembentukan Kabinet, RI-1 kembali ke Istana Merdeka melalui Gate-Out Pos bitung dan keluar menuju Pos 9 (Pamturlalin sesuai Renpam dan paspampres Sudah melaksanakan Survei selanjutnya Ton Jajar Penghormatan dipersiapkan) demikian sbg info t'kasih. umps. (Buat info aja)
Sekitar pukul 16.30 WIB
Wartawan Istana diberangkatkan ke ke Dermaga 3 pintu 9 Pelindo, Tanjung Priok.
Biro Pers Media Istana Kepresidenan menyiapkan tiga bus commuter untuk wartawan
yang biasa meliput kegiatan presiden. Kedatangan bus commuter ini memang sangat
mendadak.
Sekiar
pukul 17.00 WIB
Beredar informasi, tiga pimpinan KPK, yaitu Ketua KPK Abraham Samad, Wakil
Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Zulkarnain mendatangi Istana Kepresidenan. Pertemuan
itu, terkait dengan adanya nama-nama calon menteri yang diberi tanda merah dan
kuning oleh KPK.
Sekitar pukul 17.30 WIB
Wartawan yang sudah tiba di Tanjung Priok. Disana ada panggung raksasa ukuran
65x15 meter berdiri kokoh menghadap laut. Belasan personel Paspampres juga ada di
lokasi. Kamera CCTV juga sudah dipasang di setiap sudut panggung. Di belakang
panggung yang dibatasi dengan kontainer, terdapat sebuah tenda raksasa yang
tertutup dan dilengkap dengan AC. Tenda tersebut diperkirakan bisa menampung
sekitar 1.000 orang.
Sekitar
pukul 19.00 WIB
Di tempat itu juga, ada 33 jaket dan helm yang disiapkan di sebuah meja panjang
sejak siang. Namun pukul 19.00 WIB ini, 33 jaket dan helm ini dibereskan oleh
panitia. Entah dibawa ke mana barang-barang tersebut.
Sekitar
pukul 19.30 WIB
Presiden Jokowi batal berkunjung ke terminal dermaga 3 Tanjung Priok, Jakarta
Utara. Lampu dimatikan sejak pukul 19.30 WIB, Rabu (22/10/2014). Di sekitaran
lokasi, lampu tidak lagi menyala. Metal detector di beberapa titik yang
sebelumnya disiapkan Paspampres sudah tidak tampak lagi. Beberapa anggota
Paspampres yang menjaga di sejumlah titik terminal ini juga sudah tidak tampak.
Rombongan wartawan dari Istana Kepresidnen juga sudah dianjurkan kembali naik
mobil, untuk membawa kembali rombongan pulang.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Anggota
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, meminta
Presiden Joko Widodo menghapus calon menteri yang diduga memiliki catatan
negatif dalam pelanggaran HAM. Demi
NKRI, demi kebaikan bangsa, maka Jokowi harus mencoret semua orang terindikasi
pelanggaran HAM.
Masih pada hari yang sama 25 Oktober 2014, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang dihubungi kompas, mengaku, masih belum menemukan solusi untuk masalah nomenklatur kementerian yang diubah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pengubahan nomenklatur ini bisa membentur pembidangan kerja komisi di parlemen.
Kementerian kehutanan dan lingkungan hidup yang tadinya merupakan dua kementerian terpisah, serta kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, yang juga merupakan dua kementerian terpisah.
Selama ini, kementerian kehutanan bermitra kerja dengan komisi empat yang membidangi kehutanan dan pertanian. Sedangkan lingkungan hidup, lebih difokuskan sebagai dampak dari pekerjaan eksplorasi tambang dan mineral, yang dikerjakan oleh komisi tujuh.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Mantan
Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, menjelaskan,
Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya pada Minggu (26/10/2014)
sore di halaman Istana negara. Setelah itu, seluruh menteri akan dilantik di
Istana pada Senin (27/10/2014) pukul 11.00 WIB. Setelah pelantikan, jam 02.00 siang langsung sidang kabinet
perdana," kata Andi, di Kompleks Istana Kepresidenan.
0 komentar:
Post a Comment