Sunday, 26 October 2014

Kronologis Detik-Detik Pengumuman Menteri Jokowi-JK

Setelah dilantik sebagai presiden dan wakil presiden, Jokowi Dodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), disibukan dengan pembentukan calon menteri. Selama proses penggodokan calon pembantunya itu, muncul beragam spekulasi dan persepsi publik.

Agar momentum pengumuman menteri yang akan dilakukan Jokowi-JK menjadi referensi, Politikindepth, mengumpulkan berbagai momentum detik-detik pengumuman menteri dalam kabinet Jokowi-JK yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut adalah kronologis detik-detik pengumuman calon menteri Kabinet Jokowi-JK.

Jumat, 17 Oktober 2014
Ketua Tim Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno dan Deputi Tim Transisi, Hasto Kristiyanto, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK). 

Keduanya datang untuk menyerahkan nama-nama menteri di Kabinet Indonesia Hebat (KIH). Keduanya tiba di kantor KPKsekitar 13.30 WIB dan kembali sekitar pukul 14.20.

Menurut Hasto,  kehadirannya di KPK karena diperintahkan Presiden terpilih Jokowi untuk menyerahkan sebundel dokumen kepada KPK. Dia juga membenarkan, dokumen itu berkaitan dengan nama-nama menteri yang akan membantu Jokowi-Jusuf Kalla (JK) menjalankan tugas pemerintahan.

Minggu, 19 Oktober 2014
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, mengaku, kesulitan menelusuri rekam jejak calon menteri dari pihak swasta. Pasalnya, selama ini KPK hanya memiliki data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), bukan pihak swasta.  

Namun KPK yakin bisa menelusuri rekam jejak karena sudah memiliki pengalaman. "Kalau kami agak sulit kalau ada nama dari swasta, tapi kami punya sistem dari open source deteksi semuanya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip detik.com, (19/10).

Masih pada hari yang sama, Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kembali nama-nama calon menteri kepada Joko Widodo yang pada beberapa waktu dikirim melalui Deputi Tim Transisi Jokowi-JK sebanyak 43 calon menteri.

Senin, 20 Oktober 2014
Salah seorang pimpinan KPK, Zulkarnain, mengatakan, banyak calon menteri yang bermasalah. Bahkan, ada calon menteri yang berpotensi menjadi tersangka korupsi.

"Ini hanya sebagai pertimbangan dari sisi informasi. Tapi memang, kami memberikan warna merah untuk calon yang potential suspect tinggi," kata Zulkarnain yang dihubungi  tempo.co (20/10).

Warna merah, adalah warna yang diberikan terhadap kandidat menteri Jokowi yang berisiko terjerat korupsi. KPK sendiri, sudah menurunkan petugas dari bidang pencegahan dan penindakan.

Selasa, 21 Oktober 2014
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)  Fadli Zon berharap, agar Presiden Jokowi dalam menentukan menteri Kabinet Indonesia Hebat (KIH) tak sekedar patuhi saran KPK, tetapi juga mempertimbangkan akseptabilitas.

"Yang tak kalah penting orang yang punya akseptabilitas. Jadi harapan itu saya kira yang sekarang sedang booming di masyarakat," ujar Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dikutip detik.com (21/10).

Sementara itu, Koordinator Divisi Korupsi dan Politik ICW, Donal Fariz, kepada kompas, (21/10) mendesak, agar Presiden Jokowi menunda pengumuman menteri. Apalagi, ada pasal 16 Undang-Undang Kementerian Negara No.39 Tahun 2008 menyatakan, presiden memiliki waktu selama 14 hari untuk mengumumkan menteri sejak pelantikan.

Selasa, 21 Oktober 2014
Presiden Jokowi Dodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kompak untuk mencoret nama menteri yang bermasalah. Setelah, sebelumnya JK mengutarakan hal tersebut, kini pernyataan yang sama disampaikan Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku, telah mencoret calon menteri bermasalah. "Harus seperti itu. Gunanya apa, PPATK dan KPK kan?" kata Jokowi di Istana Merdeka, (21/10), saat ditanya wartawan soal calon menteri yang bermasalah hasil verifikasi dari PPATK dan KPK. 

Rabu, 22 Oktober 2014
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Jokowi berbeda soal waktu penetapan pengumuman menteri. 

JK mengatakan, ada beberapa alasan menunda pengumuman menteri. Pertama, mencari orang yang punya kredibilitas, keahlian, kepemimpinan, dan pengalaman yang baik. Kedua, bagaimana menyeimbangkan teknokrat, profesional, parpol dan nonparpol.

JK juga mengaku, kesulitan untuk mengharmonisasikan wilayah untuk mewujudkan kabinet yang bersifat nusantara. “Agama harus seimbang, jenis kelamin antara pria dan wanita juga harus seimbang,” katanya seperti dikutip CNNIndonesia.com, (22/10).

Rabu, 22 Oktober 2014
Presiden Joko Widodo membatalkan rencana pengumuman menteri yang salah satu tempatnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selain di Tanjung Priok, ada tempat lain yang disebut Jokowi yaitu di Pluit dan Tanah Abang. Sayangnya, Jokowi belum menjelaskan secara pasti jam berapa pengumumuman akan dilakukan.

Diantara tempat yang paling mungkin dijadikan tempat pengumuman menteri saat itu adalah Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Tanjung Priok. Menurut seorang sumber yang mengirimkan memo internal Direktur Pelindo II, R.J. Lino kepada Tempo, jelas diperintahkan kepada jajaran direksi untuk mendukung kegiatan pengumuman kabinet.

Bahkan, sumber Tempo mengatakan, sejak dua hari lalu sudah dipasang tenda-tenda serta penerangan di Dermaga 3. Selain itu, disiapkan ratusan porsi makanan untuk tamu-tamu yang akan hadir. Total dana yang dihabiskan sebesar Rp 500-700 juta. 

Hal ini juga di perkuat dalam penelusuran detik.com, bagaimana tanda-tanda pengumuman calon menteri di Tanjung Priok itu mendekati kebenaran.

Sekitar pukul 12.00 WIB
Paspampres muncul di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Paspampres dan Polisi Militer keluar dari dalam Gedung ITC kantor Pelindo II. Sejumlah petugas juga melakukan patroli di sekeliling dermaga.

Sekitar pukul 15.00 WIB
Beredar SMS skenario pengumuman kabinet oleh Jokowi. SMS ini spekulasi Jokowi benar-benar akan mengumumkan kabinetnya. Berikut isi SMS tersebut:

Rengiat R1 pada hari Rabu 22 okt 2014 Kunjungan RI 1 di pelabuhan tanjung priok dengan Rute Kunjungan Presiden RI Bpk Jokowi ke Kantor Pusat IPC pada pada pukul 17.30 WIB masuk melalui Pos 9 menuju kantor Pusat IPC diterima langsung oleh Dirut IPC dan merapat kelantai 7 ruang kerja Dirut IPC, Selesai> Presiden RI menuju Terminal Penumpang Nusantara- II menuju Ruang VVIP dan mengadakan Persentase Selesai> Rombongan Presiden RI bersama Mentri Terpilih Naik KM. Mabohai dari Dermaga 106 berlayar menuju Terminal operasi (TO-III) dan merapat di dermaga 303 Pos Bitung selanjutnya Presiden RI menuju mimbar utk melaksanakan pembentukan Kabinet Indonesia Hebat, selesai melaksanakan pembentukan Kabinet, RI-1 kembali ke Istana Merdeka melalui Gate-Out Pos bitung dan keluar menuju Pos 9 (Pamturlalin sesuai Renpam dan paspampres Sudah melaksanakan Survei selanjutnya Ton Jajar Penghormatan dipersiapkan) demikian sbg info t'kasih. umps. (Buat info aja)

Sekitar pukul 16.30 WIB
Wartawan Istana diberangkatkan ke ke Dermaga 3 pintu 9 Pelindo, Tanjung Priok. Biro Pers Media Istana Kepresidenan menyiapkan tiga bus commuter untuk wartawan yang biasa meliput kegiatan presiden. Kedatangan bus commuter ini memang sangat mendadak.

Sekiar pukul 17.00 WIB
Beredar informasi, tiga pimpinan KPK, yaitu Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Zulkarnain mendatangi Istana Kepresidenan. Pertemuan itu, terkait dengan adanya nama-nama calon menteri yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK. 

Sekitar  pukul 17.30 WIB
Wartawan yang sudah tiba di Tanjung Priok. Disana ada panggung raksasa ukuran 65x15 meter berdiri kokoh menghadap laut. Belasan personel Paspampres juga ada di lokasi. Kamera CCTV juga sudah dipasang di setiap sudut panggung. Di belakang panggung yang dibatasi dengan kontainer, terdapat sebuah tenda raksasa yang tertutup dan dilengkap dengan AC. Tenda tersebut diperkirakan bisa menampung sekitar 1.000 orang.

Sekitar pukul 19.00 WIB
Di tempat itu juga, ada 33 jaket dan helm yang disiapkan di sebuah meja panjang sejak siang. Namun pukul 19.00 WIB ini, 33 jaket dan helm ini dibereskan oleh panitia. Entah dibawa ke mana barang-barang tersebut.

Sekitar pukul 19.30 WIB
Presiden Jokowi batal berkunjung ke terminal dermaga 3 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lampu dimatikan sejak pukul 19.30 WIB, Rabu (22/10/2014). Di sekitaran lokasi, lampu tidak lagi menyala. Metal detector di beberapa titik yang sebelumnya disiapkan Paspampres sudah tidak tampak lagi. Beberapa anggota Paspampres yang menjaga di sejumlah titik terminal ini juga sudah tidak tampak.

Rombongan wartawan dari Istana Kepresidnen juga sudah dianjurkan kembali naik mobil, untuk membawa kembali rombongan pulang.

Sabtu, 25 Oktober 2014
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, meminta Presiden Joko Widodo menghapus calon menteri yang diduga memiliki catatan negatif dalam pelanggaran HAM. Demi NKRI, demi kebaikan bangsa, maka Jokowi harus mencoret semua orang terindikasi pelanggaran HAM. 

Masih pada hari yang sama 25 Oktober 2014, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan yang dihubungi kompas, mengaku, masih belum menemukan solusi untuk masalah nomenklatur kementerian yang diubah dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pengubahan nomenklatur ini bisa membentur pembidangan kerja komisi di parlemen.

Kementerian kehutanan dan lingkungan hidup yang tadinya merupakan dua kementerian terpisah, serta kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, yang juga merupakan dua kementerian terpisah.

Selama ini, kementerian kehutanan bermitra kerja dengan komisi empat yang membidangi kehutanan dan pertanian. Sedangkan lingkungan hidup, lebih difokuskan sebagai dampak dari pekerjaan eksplorasi tambang dan mineral, yang dikerjakan oleh komisi tujuh.

Sabtu, 25 Oktober 2014
Mantan Deputi Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, menjelaskan, Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya pada Minggu (26/10/2014) sore di halaman Istana negara. Setelah itu, seluruh menteri akan dilantik di Istana pada Senin (27/10/2014) pukul 11.00 WIB. Setelah pelantikan, jam 02.00 siang langsung sidang kabinet perdana," kata Andi, di Kompleks Istana Kepresidenan.

0 komentar:

Post a Comment