Puan
Maharani, puteri dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P),
Megawati Soekarno Puteri, akhirnya menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko)
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam ‘Kabinet Kerja Jokowi-JK’ yang
diumunkan Presiden Jokowi di Istana Negara, Minggu, (26/10).
Melihat
curriculum vitae (CV) Puan Maharani seperti dikutip dari Wikipedia, pertanyaan pun muncul terhadap cucu dari Presiden RI pertama, Soekarno, ini. Bisakah Ketua Fraksi Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPR periode 2004-2009 ini bekerja
sebagai Menko yang memiliki tantangan berat dan strategis tersebut?
Puan Maharani lahir pada 6 September 1973. Ia sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Persinggungan pertama Puan Maharani dengan politik adalah saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ( (SMP) ketika ibunya, Megawati Soekarno Putri, mulai aktif kembali dalam kancah perpolitikan Indonesia.
Kala
itu, Megawati mulai sering berkeliling Indonesia dan Puan Maharani kecil mulai
menyaksikan bagaimana seorang politisi bekerja.
Saat duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA), Puan Maharani mulai mendampingi dan menyaksikan langsung ibunya dalam kegiatan politik. Bahkan, Puan Maharani pernah menyaksikan ketika ibunya, Megawati, dikonfrontir langsung oleh utusan penguasa yang melarang ia masuk dalam struktur PDI.
Dari
situlah, Puan belajar bagaimana secara tenang menghadapi tekanan politik dan
tetap berpegang teguh pada perjuangan.
Masa
kuliah Puan Maharani di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP) juruan Jurusan Komunikasi Massa. Puan Maharani sempat
magang di majalah ‘Forum Keadilan’.
Pada tahun 2006 Puan Maharani mulai terlibat aktif dalam organisasi politik dengan menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bidang Luar Negeri.
Pada
2009, Puan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Dapil Jawa Tengah V
(Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali). Puan akhirnya terpilih dengan
suara terbanyak kedua di tingkat nasional yaitu 242.504 suara.
Di
internal PDI Perjuangan, Puan Maharani dipercaya menjadi Ketua Bidang Politik
dan Hubungan Antar Lembaga yang memiliki peran strategis dalam penentuan sikap
politik dan komunikasi Partai dengan organisasi lainnya. Puan Maharani dikenal
mengedepankan pesan bahwa PDI Perjuangan harus menjadi "Sistematis,
Realistis, Ideologis".
Dengan
tantangan yang sangat berat khususnya bidang pembangunan manusia dan kebudayaan
kedepan, maka terobosan Puan Maharani harus dibuktikan selama lima tahun
kedepan.
0 komentar:
Post a Comment