Wednesday, 22 October 2014

Indonesia Baru dan Indonesia Lama

Slogan ‘Indonesia Baru’ sudah memberikan mimpi-mimpi baru. Tagline ini sangat menusuk hati. Apakah kita sudah bosan dengan ‘Indonesia lama’? Tentu saja tidak! Sebagai warga bangsa, Indonesia sebelum Presiden Jokowi, sangat penuh dengan harapan dan mimpi yang sama. Namun, berbagai intrik politik yang sudah terjadi berakibat kepada rakyat yang harus menanggung ‘dosanya’.

Bertaburnya pejabat yang menyandang predikat ‘Korupsi Idol’ salah satunya. Partai penguasa, Demokrat, menyumbangkan nama-nama yang menyandang gelar tersebut. Termasuk partai-partai lain. Bagaimana tidak. Uang yang dikorupsi itu, secara tidak langsung sudah merampok hak-hak rakyat yang hakiki. Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, para pejabat tidak akan terpengaruh banyak. Mereka masih menghuni rumah mewah, tabungan ada, gurita perusahaan yang mengalirkan uang, dan ambisi politik masih bisa direngkuh kembali.

Sementara rakyat, dengan banyaknya korupsi pada masa ‘Indonesia ama’ sudah benar-benar menyiksa. Wajar juga, jika kehadiran Jokowi sebagai presiden, membawa mimpi-mimpi yang sudah terkubur puluhan tahun itu bisa terwujud. Rakyat hanya satu saja yang diminta. Negara aman,harga murah, pendidikan gratis, dan jaminan sosial yang layak.

Hadirnya Jokowi sebagai pemenang pemilihan presiden (pilpres), menurut hemat saya, ada pengaruhnya juga dari tagline ‘Jokowi Adalah Kita’; sebuah bahasa rakyat akan merasakannya langsung. ‘Kekitaan’ rakyat yang susah seolah dirasakan Jokowi juga. Sosok Jokowi pun dimaknai adalah mereka yang bekerja sebagai nelayan, sopir, tukang bakso, buruh, dan profesi lainnya yang selama ini pendapatan mereka masih jauh dari cukup.

‘Indonesia Baru’ tak cuma memberikan harapan baru tapi harus memberikan bukti baru. Negara wajib  benar-benar melayani segala kebutuhan dan keluh kesah rakyat. Sosok Jokowi yang sederhana, senyawa dengan kesederhanaan—untuk tidak menyebut kesengsaraan—rakyat selama ini.

Jokowi bukan batman atau superhero, sehingga untuk mewujudkan ‘Indonesia baru’, dituntut agar semuanya memiliki pola pikir baru dan gagasan baru. Itulah yang selalu Jokowi sampaikan: “Bekerja....bekerja dan bekerja.”

Salah satu yang jadi ujian pertama Jokowi adalah membentuk menteri yang bersih. Itu yang diharapkan oleh masyarakat. Syukurnya, Jokowi sudah menginsiasi calon menteri tersebut untuk diverifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga bisa diketahui mana calon menteri yang bersih dari korupsi atau justru yang berpotensi melakukan korupsi.

‘Indonesia Baru’ adalah Indonesia yang bekerja dalam bingkai gotong royong. Sudah saatnya negara hadir untuk bersentuhan kulit dengan rakyatnya dari Sabang sampai Mareuke. Semoga, ‘Indonesia Baru’ benar-benar hadir dalam lima tahun kedepan dibawah kepemimpinan Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla.

0 komentar:

Post a Comment