Sosok Jokowi memang memesona. Tak hanya kalangan selebritis
dalam dan luar negeri, tetapi juga warga biasa nan papa. Mereka semua
berkeinginan bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dengan segala
cara. Dari merogoh kocek sendiri, sampai rela berjalan kaki ratusan kilometer
dari daerah menuju ibukota.
Grup Band Inggris, Arkarna, misalkan, saking kagumnya dengan sosok yang oleh majalah tempo masuk dalam 10 tokoh 2008 itu, rela mengeluarkan biaya sendiri ke Indonesia dari Inggris dan hadir saat pelantikan Jokowi Widodo dan Jusuf Kalla, 20 Oktober lalu. Bahkan, saat kampanye Presiden, ia secara terang-terangan mendukung pasangan nomor urut dua tersebut.
Lain yang dilakukan Arkarna, lain pula yang dilakukan Giman,
warga Wonogiri, Jawa Tengah. Pria yang bekerja sebagai penjual kue putu, ini
saking kagumnya dengan Walikota terbaik ke 3 di dunia tahun 2013 tersebut, nekat
jalan kaki dari Malang ke Jakarta.
Sama halnya dengan Giman, dilakukan juga oleh Kusno Hadi (66), warga Kota Malang, Jawa Timur, melakukan aksi jalan mundur dari
Malang menuju Jakarta. Kusno Hadi, adalah warga yang tinggal di Jalan Janti
Selatan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia melakukan aksi jalan mundur
Malang-Jakarta sudah sebanyak 7 kali. Aksi itu dilakukan setiap ada pergantian
presiden sejak zaman Orde Baru.
Ekspektasi warga dalam dan luar negeri terhadap mantan Walikota Solo itu, semoga menjadi spirit kepada Jokowi untuk membuktikan bisa bekerja menyejahterakan rakyat. Sudah saatnya Indonesia, memiliki wibawa bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di dunia. Tak cukup memang, membangun kewibawaan bangsa itu dengan sosok presiden yang hanya gagah, ganteng dan penuh pencitraan, melainkan oleh kerja keras untuk mengayomi seluruh warga bangsa Indonesia.
Jokowi, Sang Marketer of The Year 2012 itu, memang, tidak
pernah memikirkan menjadi presiden. Bahkan, ia menyebutnya sebagai sebuah
kecelakaan. Namun, apa daya, gaya kepemimpinanya sudah mampu memikat hati
segenap warga bangsa. Dalam sejarahnya, belum ada presiden terpilih yang
disambut dengan syukuran rakyat, sampai memecahkan tiga rekor MURI sekaligus.
Kita menunggu, peraih penghargaan Bintang Jasa Utama tahun
2011 itu bukan hanya memecahkan rekor yang tak lebih dari sekedar penghargaan,
melainkan rekor kesejahteraan rakyat meningkat dan Indonesia baru terbukti
tepat selama lima tahun mendatang.
0 komentar:
Post a Comment